PASURUAN, BacainD.com – Setelah insiden maut yang menewaskan 4 orang di perlintasan Rel Kereta Api tanpa palang pintu di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Pasuruan, Daop 8 Surabaya langsung melakukan pemasangan patok di jalan menuju Rel, dengan tujuan menyempitkan jalur yang nantinya hanya bisa dilewati kendaraan roda dua pada Minggu (30/11) siang.
Kepala Pleton Polsuska Irfan mengatakan, bahwa pemasangan ini agar tidak ada kejadian serupa. Sehingga, jalan ini hanya bisa digunakan untuk roda dua, roda empat bisa melewati jalan besar.
“Setelah insiden ini, jalan menuju Rel langsung dipasang patok dari dua arah. Sehingga, untuk mobil bisa melewati jalan besar, jadi jalan ini hanya bisa dilalui roda dua,” ucap Irfan.
Menurutnya, selama ia bertugas di Stasiun Bangil di Tempat Kejadian Perkara (TKP Red), sudah tiga kali kecelakaan di rel kereta api. Sepeda motor hingga mobil kali ini.
“Selama saya bertugas di Bangil, sudah tiga kali kejadian laka di perlintasan tanpa palang di Dusun Selokambang, untuk tahun ini memakan korban empat dalam satu keluarga,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Sebuah kendaraan Honda Sedan Accord ynag ditumpangi satu keluarga berjumlah loma orang alami kecelakaan di Rel Kereta Api tanpa palang pintu di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, hingga menyebabkan 4 orang meninggal dunia satu balita selamat.
Keempat korban meninggal dunia yakni berinisial M-M (33), S-C (33), M-Y-A (9) dan P-I-R (6) ke empat merupakan warga Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. (BM)






