PASURUAN, BacainD.com – Guna memicu percepatan adopsi sistem transaksi nontunai di kalangan masyarakat, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Malang secara gencar mengedukasi penggunaan metode pembayaran digital. Upaya ini bertujuan meminimalisasi risiko beredarnya uang palsu sekaligus memberikan kepraktisan dalam berbelanja.
Dalam agenda sosialisasi Bank Indonesia (BI) merangkul awakmedia yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang berasal dari Pasuruan Raya, Gresik dan Mojokerto yang diselenggarakan di salah satu hotel wilayah Trawas, Mojokerto.
Pelaksana Unit Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Malang, Dewi Andari menyampaikan bahwa, pemanfaatan kode QRIS menyajikan kemudahan besar bagi masyarakat luas karena dapat menekan ketergantungan pada uang fisik.
”Hampir setiap orang kini selalu menggenggam telepon, jadi kehadiran fitur QRIS ini memberikan kepraktisan agar warga tak usah lagi membawa kantong berisi uang tunai dalam jumlah besar,” ucap Dewi pada Sabtu (17/10/2026) malam.
Dewi menambahkan bahwa, efisiensi pembayaran nontunai saat ini sudah terhubung ke berbagai platform keuangan, bahkan jangkauan layanannya telah menembus batas mancanegara, ”Kemudahan sistem keuangan berbasis teknologi ini benar-benar memanjakan pengguna, sebab jangkauan pembayarannya bahkan sudah melintasi batas negara,” tambahnya.
Melalui kemitraan bersama para jurnalis dari berbagai daerah ini, BI Malang menaruh harapan besar, agar pemahaman terkait kemudahan dan keamanan transaksi nontunai dapat terdistribusi secara masif serta mudah dipahami oleh publik.
”Rekan-rekan media adalah saluran informasi tepercaya yang sangat efektif untuk mengedukasi publik secara akurat. Kami berharap setelah agenda ini, warga bisa makin paham dan terbiasa dengan metode pembayaran digital,” pungkas Dewi. (BM)





