BEKASI, BacainD.com – Kasus pembunuhan terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU), NHW (33), yang ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan di Kota Bekasi, mulai menemukan titik terang.
Kepolisian memastikan dua pelaku telah berhasil diamankan.
Keduanya diduga tak hanya menghabisi nyawa korban, tetapi juga merampas sejumlah barang milik korban.
“Diketahui bahwa pelaku turut mengambil beberapa barang milik korban,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (10/2/2026).
Menurut Budi, kedua pelaku baru mengenal korban sekitar satu bulan sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi keji tersebut.
“Kedua pelaku diketahui mengenal korban sekitar satu bulan terakhir. Untuk motif masih didalami oleh penyidik,” tuturnya.
Ditemukan Rekan Kerja
Kasus ini terungkap setelah rekan kerja korban, seorang perempuan berinisial SR, merasa curiga karena NHW tidak masuk kerja selama beberapa hari dan sulit dihubungi.
Merasa ada kejanggalan, SR kemudian mendatangi rumah kontrakan korban yang berlokasi di Jalan Setia 2 Gang H Enting, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Rabu (4/2) pagi.
Setibanya di lokasi, SR bersama pemilik kontrakan membuka kamar korban menggunakan kunci cadangan.
Pemandangan memilukan pun tersaji di hadapan mereka.
“Saat dibuka pintu kontrakan, didapati korban sudah meninggal dunia dengan posisi telentang berselimut dan kondisi tubuh menghitam,” ungkap Budi.
Penyelidikan Berlanjut
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk keperluan autopsi.
Hingga kini, penyidik masih menggali keterangan dari para pelaku guna mengungkap secara utuh motif pembunuhan tersebut, termasuk kemungkinan adanya perencanaan sebelum kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat korban merupakan tenaga kesehatan yang mengabdi di salah satu rumah sakit militer ternama.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas perkara ini hingga ke akar-akarnya.






