JABAR, BacainD.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di wilayah Bekasi dan Karawang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Selasa (13/1/2026).
Dalam update cuaca harian yang disampaikan BMKG, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh bibit siklon tropis 91W yang terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua, serta keberadaan daerah tekanan rendah di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.
Menurut data dari BMKG, Meski potensi bibit siklon 91W berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih tergolong rendah, kombinasi dinamika atmosfer ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Untuk wilayah Bekasi dan Karawang yang berada di Jawa Barat, BMKG menyebutkan potensi hujan ringan hingga sedang, dengan peluang meningkat pada siang hingga malam hari.
Kondisi ini dipicu oleh daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di wilayah Pulau Jawa.
Selain Bekasi dan Karawang, BMKG juga menetapkan status waspada hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah lain, meliputi:
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian barat lainnya, BMKG memprakirakan hujan sedang berpotensi terjadi di Semarang, serta hujan ringan di Palembang, Bengkulu, Pangkalpinang, Bandar Lampung, sebagian besar wilayah Jawa dan Kalimantan.
Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Banjarmasin, dan Pontianak.
Di wilayah timur Indonesia, BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan disertai petir di Kupang, Ternate, dan Merauke.
Sedangkan hujan ringan diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, sebagian besar Sulawesi, dan Papua.
Kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Ambon, Gorontalo, dan Manokwari.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Bekasi dan Karawang, untuk mewaspadai potensi genangan air, banjir lokal, serta gangguan aktivitas luar ruang, terutama pada jam-jam rawan hujan.
Sumber: BMKG






